Prologue

Berpikir dan Bertindak secara Rasional

Apakah beda manusia dengan makhluk selainnya? Apa yang membuat mereka begitu istimewa dibandingkan dengan makhluk selainnya? Memang kelebihan seperti apa yang mereka miliki?

Ya, manusia memiliki potensi berpikir dengan menggunakan akal yang dimilikinya. Meskipun semua makhluk hidup (hewan dan manusia) memiliki otak, tetapi hanyalah manusia yang dianugerahi Tuhan dengan akal untuk memecahkan persoalan-persoalan hidupnya. Sebagai implikasinya, kehidupan manusia beserta seluruh aspek di dalamnya akan berjalan secara teratur. Mungkin kita dapat membandingkan dengan kehidupan hewan-hewan dengan segala keliarannya.

Dalam realitas saat ini, kehidupan manusia tidak terlalu begitu sangat teratur bahkan hampir menjadi liar sepenuhnya. Mengapa hal ini dapat terjadi jika manusia dibekali dengan akal dengan potensi berpikirnya untuk memecahkan persoalan hidup oleh Tuhan? Mungkin kita dapat merenung sebentar atas realitas ini . . .

Berpikir adalah proses analisa, menghubungkan satu data dengan data yang lain sehingga dihasilkan sebuah kesimpulan yang nantinya digunakan untuk memecahkan persoalan-persoalan yang dihadapi manusia. Auguste Comte, bapak sosiologi membagi cara berpikir seseorang ke dalam tiga golongan, yaitu cara berpikir takhayul/mistis, cara berpikir sederhana dan cara berpikir rasional/ilmiah. Berpikir secara mistis ialah metode berpikir yang paling kuno dan saya rasa hanya dipakai manusia pada zaman prasejarah. Berpikir secara sederhana ialah metode berpikir dengan menghubungkan data-data seadanya tanpa proses analisa lebih dalam. Misal, unggas berkaki dua; manusia berkaki dua; maka unggas = manusia. Tentu manusia ≠ unggas, karena manusia memiliki sistem saraf, sistem peredaran darah, sistem pencernaan, dan sebagainya yang ternyata berbeda jauh dengan unggas. Berpikir secara rasional ialah metode berpikir dengan menghubungkan data-data terkait disertai dengan proses analisa mendalam dan dapat dipertanggungjawabkan seluruh tahapannya. Tentu kesimpulan yang dihasilkan oleh ketiga metode berpikir ini berbeda atas satu persoalan yang sama. Dapat diukur metode mana yang efektif dapat memecahkan persoalan yang ada dan metode mana yang tidak memecahkan persoalan serta malah menambah persoalan yang ada.

Tentu kita sebagai manusia dapat secara bijak memilih metode berpikir yang kiranya dapat memecahkan persoalan-persoalan yang sedang kita hadapi. Saya rasa kondisi kehidupan manusia saat ini yang belum teratur disebabkan oleh manusia itu sendiri keliru dalam memilih metode berpikir dalam proses pemecahan persoalannya. Sehingga kesimpulan atau solusi yang dihasilkan tidak mampu memcahkan persoalannya. Berpikir secara rasional adalah berpikir secara ilmiah, objektif, tidak cepat dalam menyimpulkan sesuatu, dan mengakui universalitas karena hakekatnya realitas di alam ini hanya satu. Satu realitas tentu akan berbeda dengan realitas yang lain dan masing-masing memiliki nilai tersendiri yang berbeda pula.  Dan tentu pula metode berpikir seseorang akan menentukan setiap perilakunya. Seseorang berpikir dengan metode mistis akan berbeda perilakunya dengan seseorang yang berpikir dengan metode rasional.

Manusia yang bijak ialah manusia yang mampu memilih pilihan yang terbaik, berguna bagi dirinya dan masyarakatnya dan sebaliknya manusia yang ceroboh akan merugikan dirinya sendiri dan masyarakatnya!!!

Mari kita renungkan bersama . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s