Pilihan Publik dan Penataan Ruang Kota

Pilihan publik tergolong ke dalam kelompok ilmu ekonomi politik baru yang berusaha mengkaji tindakan rasional dari aktor-aktor politik, baik di parlemen, lembaga pemerintah, lembaga kepresidenan, masyarakat pemilih, dan lain sebagainya. Teori ini memandang politik dalam wujud demokrasi yang memberi ruang untuk saling melakukan pertukaran diantara masyarakat, partai politik, pemerintah, dan birokrat. Dalam hal ini masyarakat diposisikan sebagai pembeli barang publik dan pemerintah sebagai penyedia kebijakan publik. Berbeda dengan ekonomi klasik yang menggunakan uang sebagai alat transaksi, alat transaksi dalam pilihan publik ini adalah suara atau vote. Sehingga secara logis, kebijakan yang dibuat oleh badan legislatif akan mewakilli suara pemilih/masyarakat. Penataan ruang kota merupakan suatu proses kegiatan menjadikan ruang kota (sektor publik) lebih baik dan teratur di masa yang akan datang. Proses ini tidak hanya melibatkan pemerintah kota saja sebagai pemegang kebijakan dan pengambil keputusan, tetapi juga melibatkan peran serta masyarakat dan swasta di dalamnya. Penataan ruang kota ini muncul karena adanya tuntutan berbagai macam kebutuhan dari penghuni kota itu sendiri. Pemerintah kota harus jeli dalam meletakkan prioritas masing-masing kepentingan masyarakatnya. Dalam proses inilah pendekatan teori pilihan publik dapat digunakan untuk mengamati perilaku pemerintah kota dalam memilih kebijakan penataan ruang kotanya. Pendekatan pilihan publik ke dalam sektor publik (ruang kota) memiliki kendala yang kemudian disebut sebagai ‘kegagalan pemerintah’. Ada beberapa alasan yang melatarbelakangi ‘kegagalan pemerintah’ ini, kurangnya insentif bagi para pemilih khususnya masayarakat awam untuk memonitor pemerintah secara efektif; walaupun pemerintah/legislator diharapkan untuk mengejar kepentingan publik, mereka membuat keputusan pada bagaimana menggunakan sumberdaya orang lain, bukan sumberdaya mereka sendiri serta tidak adanya penghargaan langsung untuk pemerintah dari usaha pembuatan kebijakan publik. Dari dua kondisi di atas, manajemen kepentingan publik menjadi sangat lemah. Kondisi ini rentan dimanfaatkan oleh kelompok kepentingan tertentu yang terorganisir untuk mendapatkan keuntungan dari pemerintah dengan memberi politisi dana kampanye dan pekerja kampanye. Sebagai timbal balik, kelompok ini menerima ‘informasi’ dari politisi dan sering mendapatkan dukungan untuk tujuan mereka. Pendekatan pilihan publik ini dapat digunakan untuk menilai kebijakan Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan DPRD Kota Surabaya yang pro pembangunan tol tengah Surabaya serta sikap Pemerintah Kota Surabaya yang menolak proyek senilai 9 triliun tersebut. Pembangunan tol tengah yang akan menggusur 4500 rumah warga Surabaya dimulai dari Waru Sidoarjo dan berakhir di Morokrembangan Surabaya. DPRD mendukung proyek ini dengan alasan bahwa pembiayaan pembangunannya ditanggung 100% oleh pihak investor, sedangkan Pemkot Surabaya berargumen proyek ini berdampak negatif terhadap sisi sosial, ekonomi serta lingkungan. Konflik antara Pemprov Jatim, DPRD Kota Surabaya dan Pemkot Surabaya perlu dicermati lebih dalam. Menilik tol tengah kota merupakan toll goods yang membelah ruang kota Surabaya yang merupakan barang publik. Toll goods adalah barang yang digunakan bersama dan dikenakan biaya bagi pemakainya, sedangkan barang publik adalah barang yang digunakan bersama tanpa dikenakan biaya. Tentu sikap Pemprov Jatim dan DPRD Surabaya yang notabene dipilih langsung oleh masyarakat justru terkesan kurang mempertimbangkan aspirasi masyarakat Surabaya. Pun juga Pemkot Surabaya yang menolak proyek ini juga perlu dicermati lebih dalam argumennya, apakah memang berpihak pada kepentingan publik atau kepentingan golongan tertentu yang ‘memanfaatkan’ Pemkot Surabaya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s