Membaca dan Membaca

Beberapa waktu lalu (hampir setaun yang lalu), saya berpendapat dalam blog ini bahwa menulis adalah salah satu metode terapi kejiwaan. Dengna menulis, kita dapat menyalurkan emosi kedalam tulisan kita, mengalirkannya kedalam susunan huruf-huruf, rangkaian kalimat hingga membentuk paragraf-paragraf berirama mengikuti aliran emosi kita. Seakan-akan kita meniupkan jiwa kepada tulisan kita dan melukis ekspresi dengan rangkaian huruf-huruf.

Ternyata tidak hanya menulis yang mampu menerapi emosi kita, ahhaha.. Sy menyadari bahwa membaca (novel) mampu menciptakan efek yang tidak kalah dahsyatnya. Wkwkwkww.. Ketika membaca, kita akan melepaskan drama kehidupan di dunia nyata dan memasuki drama kehidupan para tokoh yang ada di dalam cerita. Dinamika baru, suasana baru, latar baru, semuanya baru. Sejenak kita melupakan hiruk pikuk dan segala beban yang menghimpit kita di dunia nyata. Kita larut dalam alunan ritme kisah para tokoh di dalam novel. Terkadang mencoba menghadirkan mereka ke dunia nyata. Mencari-cari seseorang yang mampu memerankan sosok mereka di dunia nyata.

Hampir saja aku tidak dapat membedakan mana dunia nyata dan mana dunia novel (kayak film Inception aja) saking nikmatnya meninggalkan realitas yang sesungguhnya di balik layar leptop dan memasuki realitas tokoh di setiap lembaran kertas yang kubaca. I can’t stop reading that novel. Sungguh menawarkan kebebasan diantara sempitnya ruang pikiranku saat ini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s