Unfinished Story

Perhatian! Ini hanyalah fiksi belaka!

Manusia di bumi bagaikan bintang-bintang, planet-planet, benda angkasa yang tersebar di semesta ini.

Bintang, planet, benda angkasa masing-masing memiliki orbitnya sendiri. Jalur lintasannya sendiri. Namun, setiap benda angkasa ini memiliki kebebasan untuk menentukan orbitnya sendiri, berpindah dari orbit satu ke orbit yang lain.

Diantara sekian banyak benda angkasa, terdapat salah satu planet (sebut saja planet #3) yang terletak jauh hampir tepian semesta. (emang dimana garis tepi semesta?) Planet ini bergerak mengikuti orbit yang telah dipilihnya. FYI, suhu di planet #3 ini sangat dingin, mungkin lebih dingin dari suhu luar angkasa itu sendiri (apa mungkin?) Dari luar angkasa, planet ini berwarna putih, kadang terlihat gelap sempurna layaknya lubang hitam a.k.a black hole hingga mampu membelokkan jalannya cahaya.

Suatu saat, setelah melalui beberapa siklus (entah satuan waktunya apa), orbit planet #3 berada cukup dekat dengan orbit planet lain (sebut saja planet #0). Pada awalnya planet #0 ini terlihat biasa, tidak membawa dampak signifikan terhadap perubahan kondisi planet #3. Namun, ternyata planet #0 serta merta membawa sebuah bintang pada orbitnya (WOW: gravitasi planet #0 lebih besar daripada gravitasi bintang). Bintang ini cukup kuat radiasi panasnya untuk menaikkan suhu planet #3 dan mencairkan seluruh kebekuan yang menyelimuti planet #3. Sekilas, sepertriliun siklus, muncul keinginan dari planet #3 untuk berpindah orbit mengikuti planet #0 karena di dekat planet #0 ada bintang yang selalu bersinar hangat (serasa panas matahari bumi pukul 7-8 waktu bumi). Karena perbedaan kecepatan mengorbit orbitnya masing-masing, planet #3 tidak sempat mengutarakan maksudnya kepada planet #0. Dan kedua planet semakin menjauh, begitu pula bintang yang berada di planet #0.

Sepeninggal pertemuan singkat tersebut, keadaan menjadi sepi, dingin, hitam, putih…

Sebenarnya kedua planet tersebut bertemu kembali cukup lama dan cukup dekat jaraknya (sebut saja siklus kedua), namun karena keadaan eksternal planet #3 tidak memungkinkan untuk mengikuti orbit planet #0… (ceritanya dipersingkat)

Akankah ada pertemuan ketiga?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s